Berita-berita dari seluruh dunia terkait farmasi.

Empat Situs Gratis yang Memberikan Informasi tentang Obat-Obatan Pada Pasien

Satu di antara cara menghindari pengunaan obat-obatan yang tidak tepat atau bahkan ilegal adalah dengan memperoleh informasi tentang obat-obatan tersebut. Sumber informasi yang paling dapat diharapkan tentu saja apoteker dan petugas kesehatan lain yang mempunyai kapasitas penyampaian informasi tentang obat. Namun, karena satu dan lain hal informasi tentang obat-obatan tak dihiraukan pasien atau tak tersampaikan dengan baik.

Pada zaman digital kini mendapat informasi tentang obat-obatan tak sesulit dulu, tersedia situs dan aplikasi yang memberikan informasi komprehensif tentang obat yang pasien ingin ketahui seluk-beluknya. Berikut empat situs tak berbayar tapi terpercaya yang membatu pasien memperoleh informasi tentang obat-obatan:

  1. healthychildren.org

Situs ini terafiliasi dengan American Acedemy of Pediatrics dan situs ini dapat menjadi rujukan bagi orang tua dalam menyediakan obat bagi anak. Situs ini memuat berita-berita terkini tentang obat-obatan, seperti rekomendasi vaksin, fakta-fakta tentang kandungan nutrisi dalam makanan, dan informasi kesehatan untuk tingkatan usia yang berbeda dari bayi hingga remaja. Selain itu, situs ini juga menyediakan saran dan rekomdasi perawatan untuk berbagai penyakit seperti demam, diare, mual muntah, dan batuk flu.

  1. consumermedsafety.org

Situs satu ini terhubung dengan Institute for Safe Medicatiob Practice. Situs ini adalah one-stop-shop untuk informasi ekselamatan pengobatan pasien. Sumber informasi tersebut berupa artikel, info terbaru dari FDA (US Food and Drugs Administration), dan tata cara melaporkan kesalahan pengobatan yang dialami pasien. Personalisasi pengobatan terbaru adalah satu di antara hal terbaik yang disediakan situs ini, membuat pasien mendapatkan peringatan tentang keamanan obat yang pasien gunakan. Peringatan tersebut meliputi tingkat keamanan, interaksi antarobat, dan efek samping.

  1. National Institute on Aging

Pemerintah Amerika Serikat mempunyai situs ini dan terafiliasi dengan National Institutes of Health. Konsumen dapat meriset informasi dalam berbagai topik tentang penyakit dan obat-obatan, seperti gejala Alzaimer, depsi, menopause, dan kesehatan cardiovascular. Topik lain yang juga disediakan adalah tentang makanan sehat, olah raga, dan pencegahan hipotermia. Pasien juga dapat mencari informasi dengan mengikuti percobaan klinis. Terdapat banyak pula sumber yang dapat dipesan atau diunduh.

  1. knowyourdose.org

Situs ini terafiliasi dengan Acetaminophen Awarness Coalition, dan menyediakan edukasi untuk konsumen tentang keamaan penggunaan produk yang mengandung acetaminophen. Acetaminophen terkandung dalam lebih dari 600 pengobatan. Edukasi konsumen sangat penting dalam penggunaan acetaminophen agar terhindar dari efek buruk dari kandungan tersebut seperti kelebihan dosis misalnya. Situs ini juga menyediakan gim interaktif di mana seseorang dapat memilih karakter dan menguji pengetahuannya tentang acetaminophen. Situs ini mengajarkan konsumen untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu sebalum menggunakan suatu obat. Ada banyak sumber untuk menjamin keamaan penggunaan acetaminophen pada anak-anak, seperti tingkaatn dosis sesuai usia. Konsumen dan apoteker juga dapt memesan peralatan edukasi acetaminophen secara gratis.

Sumber:

“4 Free Online Drug Information Resources for Your Patients” Pharmacytimes.com 31 Januari 2018

“Amazon Effect” pada Masa Depan Toko Obat

Keinginan ritel daring besar Amazon untuk merambah bidang kefarmasian memang sudah lama terdengar atau tepatnya Mei 2017, tetapi hal tersebut kemungkinan akan dilaksanakan pada tahun ini. Beberapa media di Amerika Serikat menberitakan bahwa supermarket yang menjual produk obat-obatan siap mengumumkan kebangkrutannya. Supermarket seperti Winn Dixie yang dibawah manajemen Bi-Lo tengah menyiapkan rencana penutupan 200 supermarketnya pada Maret ini.

Bi-Lo untuk pertama kalinya mengalami menghadapi kebangkrutan, walaupun sebelumnya pernah melewati krisi moneter 2005 dan 2009. Bi-Lo dikabarkan memiliki hutang hingga 1 milyar dolar AS. Padahal pada Juni 2017 Bi-Lo dikabarkan memiliki 495 toko di Florida, alabama, Louisiana, Georgia, dan Mississipi. Pada Mei 2017 Winn Dixie memperkerjakan lebih dari 38,000 karyawan yang melayani konsumen pada setidaknya 500 supermarket, 150 toko minuman beralkohol, dan 280 apoteke.Berbeda dengan Winn Dixie, Tops Friendly masih mencoba berencana mencari perlindungan dari kreditur untuk menyelamatkan supermarketnya.

Laporan Bloomberg menerangkan bahwa kebangkrutan dua supermarket ini berkaitan dengan keberadaan laman Amazon. Bisnis super market memang diakui adalah lahan bisnis yang berisiko tinggi. Margin keuntungan yang rendah dan ketatnya persaingan menjadi tantangan utama. Keberadaan Amazon dan akuisisinya terhadap Whole Foods mendorong para pengusaha super market untuk mencari cara baru agar dapat bertahan.

Tak terkecuali dengan bisnis apotek, karena dari tahun lalu Amazon mulai serius untuk melancarkan maksudnya berbisnis obat-obatan. Bahkan dari beberapa pertemuannya Amazon sudah hendak merekrut general manager untuk bisnis ini. Pembahasan utama lain dalam pertemuan-pertemuan petinggi Amazon adalah tren konsumen yang membayar untuk layanan kesehatan, tapi Amazon siap untuk memberikan pelayanan yang lebih maju.

Para ahli berspekulasi ada jutaan kesempatan pasar bagi Amazon. Di Amerika Serikan saja lebih dari 4 milyar Dolar AS resep dipesan setiap tahunnya. Pada 2015, pengeluaran untuk resep obat diestimasikan sebesar 300 milyar Dolar AS. Amazon pada beberapa tahun terakhir sudah mendapatkan persetujuan regulasi berupa 12 lisensi distributor besar negeri. Lisensi ini lebih jauh dapat melancarkan langkahnya untuk berbisnis pada dunia farmasi. Walaupun bukan lisensi farmasi sungguhan, tapi hal ini menjadi pertanda bahwa Amazon akan menjadi bagian dalam mata rantai suplai obat-obatan.

Amazon Efect, para ahli menyebut penutupan retail-retail konvensional secara perlahan. Tak hanya pekerja Winn Dixie dan Tops Stores yang terkenal dampak Amazon Efect, pekerja retail obat pun demikian. Seiring dengan Amazon  yang semakin gencar berbisnis dalm bidang farmasi, apoteker independen diharuskan bekerja lebih keras. Ketika Amazon dapat menawarkan pelayanan yang lebih murah, seorang apoteker dapat memberi pelayanan yang ramah, interaksi secara langsung dan konseling pasien yang mungkin lebih berharga bagi pasien. Hal demikian tentu tak dapat diberikan Amazon, hanya apoteker lokal yang dapat melakukannya.
Sumber: pharmacytimes.com

Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya

Obat tradisonal dengan klaim kealamiannya sudah barang tentu tak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Namun, hingga saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri bahan kimia obat BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol baik dosis maupun cara penggunaannya atau bahkan semata-mata demi meningkatkan penjualan karena konsumen menyukai produk obat tradisional yang bereaksi cepat pada tubuh.

Temuan BPOM memperlihatkan BKO yang terdapat dalam obat tradisonal di antaranya:

Klaim kegunaan Obat tradisional BKO yang sering ditambahkan
Pegal linu / encok / rematik : Fenilbutason, antalgin, diklofenak sodium, piroksikam, parasetamol, prednison, atau deksametason
Pelangsing : Sibutramin hidroklorida
Peningkat stamina / obat kuat pria : Sildenafil Sitrat
Kencing manis / diabetes : Glibenklamid
Sesak nafas / asma : Teofilin

BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional tanpa dosis dan takaran yang jelas dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut:

  1. Antalgin (Metampiron)
    Efek samping: Pada pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan agranulositosis.
  2. Deksametason
    Efek Samping:

    • Glukokortikoid meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahaya bagi usia lanjut. Dapat terjadi gangguan mental, euphoria dan myopagh. Pada anak-anak kortikosteroid dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan adrenal anak.
    • Mineralokortikoid adalah hipertensi, pretensi Natrium dan cairan serta hypokalemia.
  3. Prednison
    Efek samping:

    • Gejala saluran cerna : mual, cegukan, dyspepsia, tukak peptic, perut kembang, pancreatitis akut, tukak oesofagus, candidiasis.
    • Gejala musculoskeletal : miopatiproximal, osteoporosis, osteonekrosis avaskuler.
    • Gejala endokrin : gangguan haid, gangguan keseimbangan Nitrogen dan kalsium, kepekaan terhadap dan beratnya infeksi bertambah.
    • Gejala neuropsikiatri : euphoria, ketergantungan psikis, depresi, insomnia, psikosis, memberatnya shizoprenia dan epilepsy.
    • Gejala pada mata : glaucoma, penipisan kornea dan sclera, kambuhnya infeksi virus atau jamur di mata.
    • Gejala lainnya : gangguan penyembuhan, atrofi kulit, lebam, acne, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, leukositosis, reaksi hipersensitif (termasuk anafilaksis), tromboemboli, lesu.
  4. Teofilin
    Efek samping: Takikardia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala, insomnia dan aritmia.
  5. Hidroklortiazid (HCT)
    Efek samping: Hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan, impotensi (reversible bila obat dihentikan), hipokalimia, hipomagnesemia, hipoatremia, hiperkalsemia, alkalosis, hipokloremik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia dan peningkat kadar kolesterol plasma.
  6. Furosemid
    Efek samping : Hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesia, alkalosis, hipokloremik, ekskresi kalsium meningkat, hipotensi, gangguan saluran cerna, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, kadar kolesterol dan trigliserida plasma meningkat sementara
  7. Glibenklamid
    Efek samping :

    • Umumnya ringan dan frekuensinya rendah diantaranya gejala saluran cerna dan sakit kepala.M
    • Gejala hematology trombositopeni dan agranulositosis.
  8. Siproheptadin
    Efek samping : Mual, muntah, mulut kering, diare, anemia hemolitik, leukopenia, agranulositosis dan trombositopenia.
  9. Chlorpeniramin maleat (CTM)
    Efek samping : Sedasi, gangguan saluran cerna, efek anti muskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasi SSP, reaksi alergi dankelainan darah.
  10. Parasetamol
    Efek samping : Jarang, kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut dan kerusakan hati setelah over dosis.
  11. Diclofenac sodium
    Efek samping :

    • Gangguan terhadap lambung, sakit kepala, gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi, ngantuk tapi tidak bias tidur, pandangan kabur, gangguan mata, tinitus, pruritus.
    • Untuk hipersensitif : menimbulkan gangguan ginjal, gangguan darah.
  12. Sildenafil Sitrat
    Efek samping : Dyspepsia, sakit kepala, flushing, pusing, gangguan penglihatan, kongesti hidung, priapisme dan jantung.
  13. Sibutramin Hidroklorida
    Efek samping: Dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta sulit tidur.

Amazon, Berkshire, dan JPMorgan Beraliansi guna Meningkatkan Aksesibilitas terhadap Obat dan Layanan Kesehatan

Distribusi obat selama ini dilakukan tanpa melibatkan sektor publik dan swasta selain yang berhubungan dengan bisnis distribusi obat. Proses distribusi obat tidak dirancang untuk melibatkan sketor publik dan swasta guna menekan biaya layanan kesehatan dan meningkatkan ketersediaan obat. Berikut diagram yang menggambarkan proses distribusi obat (FDA, 2011):

Terlihat bahwa sektor privat sangat banyak berperan dalam sistem distribusi obat, dan oleh karenanya mempunyai peran besar pula terhadap aksesibiltas layanan kesehatan. Padahal, menurut riset yang dilakukan WHO (World Health Organization), sektor publik dan privat dapat berperan lebih dalam sistem distribusi obat untuk meningkatkan ketersediaan obat dan menekan biaya layanan kesehatan. Untuk tujuan demikian WHO menyebutkan beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya:

  1. Menggunakan struktur pasar (seperti lisensi dan registrasi) dalam bidang informasi dan edukasi (seperti secara langsung menyediakan informasi dan regulasi praktik promosi).
  2. Mengontrol harga (harga distibutor maupun produsen, dan margin harga retail).
  3. engatur pemberian insentif (secara finansial atau hal lainnya)
  4. Melakukan pembiayaan (seperti skema obat masyarakat dan skema asuransi kesehatan).

Semua langkah di atas menurut riset WHO adalah demi menjadikan kinerja sektor publik lebih efisien dalam menyediakan layanan kesehatan dan ketersediaan obat. paket wisata jogja 1 hari, Peranan sektor privat dalam menunjang ketersediaan layanan kesehatan tersebut sudah ditunjukkan oleh tiga perusahaan besar yaitu Amazon, Berkshire, dan JPMorgan. Tiga perusahaan tersebut pada Selasa (30/1) lalu mengumukan rencananya untuk bekerja sama guna mengubah sistem ketersediaan layanna kesehatan untuk lebih dari satu juta pekerja mereka di Amerika Serikat.

Pengumuman kerja sama tersebut membawa keterkejutan pada industri kesehatan. Pasalnya tiga perusahaan tersebut mengumumkan untuk membuat perusahaan yang non-profit yang bebas insentif. Hal demikian merupakan tantangan bagi perusahaan yang berperan sebagai perantara atau makelar dalam rantai penyediaan layanan kesehatan. kursus web jogja Para CEO perusahaan tersebut menyadari bahwa hal demikian mungkin sulit dilakukan. Namun, mereka bertekad untuk mewujudkannya dengan pertama-tama berfokus pada kondisi internalnya lalu menggunakan data mereka guna menekan biaya layanan kesehatan. Biaya kesehatan yang berpotensi untuk ditekan adalah dengan transparansi biaya kunjungan dokter dan tes laboratorium, dan pembelian secara langsung beberapa item medis.

Rencana tiga perusahaan tersebut ditanggapi oleh Ashraf Shehata, penasihat layanan kesehatan KPMG LLP di Amerika Serikat yang mengatakan ”Saya akan mendukung apapun yang menggerakkan pasar walaupun sedikit, seperti memberikan insentif pada kompetisi dan penekanan terhadap asuransi kesehatan yang besar”.

Sadar kesulitan yang mungkin dihadapi untuk melancarkan rencana tersebut, namun pernyataan CEO Amazon kursus seo jogja, Jeff Bazos, menegaskan tekad mereka untuk melakukan perubahan itu. Ia mengatakan, “Kemungkinan rencana kerja sama ini akan sulit dilakukan, mengurangi beban ekonomi layanan kesehatan selagi meningkatkan keuntungan untuk pekerja dan keluarganya. Namun hal itu patut dicoba. Kesuksesan memerlukan ekpertis yang bertalenta, mental pemula, dan orientasi jangka panjang”.

Sumber:

Sara Bennett, Jonathan D. Quick, Germán Velásquez,  Public-private roles in the pharmaceutical sector. WHO 1997.

Bloomberg.com

Lolos Ijin Edar, Inilah 10 Persetujuan FDA Sepanjang Tahun 2017

Selama tahun lalu, beberapa perawatan baru dengan berbagai indikasi terapeutik diberi lampu hijau dari FDA.

Dengan Tahun Baru di atas tumit kami, mari kita lihat kembali beberapa persetujuan FDA yang paling penting tahun 2017.

1. AirDuo RespiClick

FDA menyetujui bubuk penghirupan propituat dan bubuk salmeterol Teva’s fluticasone (AirDuo RespiClick) pada tanggal 30 Januari 2017.

AirDuo RespiClick, kortikosteroid dan agonis beta2-adrenergik yang bekerja lama, diindikasikan untuk pengobatan asma dua kali sehari pada pasien berusia 12 tahun ke atas. Obat ini dikirim melalui inhaler serbuk kering dosis Teva’s RespiClick.

Efek samping yang paling umum dilaporkan oleh peserta percobaan yang diobati dengan AirDuo RespiClick meliputi nasofaringitis, sakit kepala, batuk, kandidiasis oral, dan nyeri punggung.

2. Noctiva

FDA menyetujui serapan desmopressin acetate nasal Serenity Pharmaceuticals (Noctiva) pada tanggal 3 Maret 2017.

Semprotan hidung diindikasikan untuk pengobatan orang dewasa yang terbangun minimal 2 kali per malam untuk buang air kecil akibat nokturia. Obatnya, diminum sekitar 30 menit sebelum tidur, meningkatkan penyerapan air melalui ginjal untuk mengurangi produksi urine.

Efek samping yang terkait dengan penggunaan Noctiva termasuk ketidaknyamanan pada hidung, gejala dingin, hidung tersumbat, bersin, tekanan darah tinggi atau meningkat, sakit punggung, mimisan, bronkitis, dan pusing. FDA juga mencatat bahwa Noctiva tidak boleh digunakan oleh pasien dengan gagal jantung kongestif simtomatik, hipertensi yang tidak terkontrol, dan kondisi hidung tertentu, dan menyetujui obat tersebut dengan peringatan peringatan yang memperingatkan penyedia layanan terkait dengan risiko kadar natrium rendah dalam darah.

3. Qtern

FDA menyetujui kombinasi dosis tetap dari kombinasi dapagliflozin dan saxagliptin (Qtern) AstraZeneca pada tanggal 28 Februari 2017. Qtern, inhibitor SGLT-2, diindikasikan sebagai tambahan untuk diet dan olahraga untuk memperbaiki kadar gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 (T2D) yang tidak dapat mencapai kontrol glikemik dengan dapagliflozin atau yang sudah diobati dengan dapagliflozin dan saxagiptin .

Efek samping yang terkait dengan penggunaan narkoba meliputi infeksi saluran pernafasan bagian atas, infeksi saluran kemih, dan dislipidemia. Qtern tidak disetujui untuk pengobatan diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetes.

4. Bunavail

FDA memperluas indikasi film buprenorfin dan nalokson Bdrenorfin (Bunavail) BioDelivery Sciences pada tanggal 2 Mei 2017. 2

Sebelumnya disetujui untuk tahap perawatan perawatan pengobatan ketergantungan opioid, Bunavail sekarang dapat digunakan untuk inisiasi pengobatan buprenophine pada pasien yang bergantung pada opioid. Obat tersebut harus digunakan sebagai bagian dari rencana perawatan lengkap yang mencakup konseling dan dukungan psikososial, menurut pabrikan.

Efek samping yang paling umum dilaporkan oleh pasien yang diobati dengan Bunavail termasuk sakit kepala, sindrom pengunduran diri, kelesuan, berkeringat, konstipasi, penurunan tidur, kelelahan, dan kantuk.

5. Victoza

FDA memperluas indikasi liraglutide Novo Nordisk (Victoza) pada tanggal 25 Agustus 2017. 5

Awalnya disetujui pada tahun 2010 sebagai tambahan untuk diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 (T2D), Victoza sekarang dapat digunakan untuk mengurangi risiko kejadian kardiovaskular utama yang merugikan, seperti kematian kardiovaskular, miokard non-fatal infark, atau stroke non fatal, pada orang dewasa dengan T2D dan penyakit kardiovaskular yang mapan.

Dengan anggukan ini, obat tersebut sekarang merupakan satu-satunya pengobatan T2D yang ditunjukkan untuk mengurangi risiko kejadian kardiovaskular utama pada orang dewasa, menurut siaran pers Novo Nordisk.

Efek samping yang paling umum yang terkait dengan penggunaan Victoza meliputi mual, diare, muntah, penurunan nafsu makan, dispepsia, dan konstipasi.

6. Trelegy Ellipta

FDA menyetujui GlaxoSmithKline dan inovator Fluticasone Fruate / umeclidinium / vilanterol inovator (Trelegy Ellipta) pada tanggal 18 September 2017. 4

Trelegy Ellipta diindikasikan untuk perawatan pemeliharaan pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang memakai kombinasi fixed fluticasone furoate dan vilanterol untuk penyumbatan aliran udara. Obat itu – kombinasi dari kortikosteroid yang dihirup, antagonis muskarinik lama, dan agonis beta2 adrenergik yang bekerja lama – adalah pengobatan COPD sekali sehari pertama yang menggabungkan 3 molekul aktif dalam satu inhaler untuk menerima anggukan FDA.

Efek samping yang paling umum dilaporkan oleh peserta percobaan yang diobati dengan Trelegy Ellipta meliputi sakit kepala, sakit punggung, disgeusia, diare, batuk, nyeri orofaring, dan gastroenteritis.

7. Ingrezza

FDA menyetujui kapsul valbenazine (Ingrezza, Neurocrine Biosciences Inc.), obat pertama yang disetujui untuk mengobati orang dewasa dengan tardive dyskinesia pada tanggal 11 April 2017. Obat ini dikonsumsi 1 kapsul sekali sehari.

Pada tanggal 6 Oktober 2017, FDA menyetujui kekuatan kapsul valbenazine 80 mg.

Beberapa efek samping yang terkait dengan Ingrezza meliputi kantuk dan masalah irama jantung (QT perpanjangan).

8. Shingrix

FDA menyetujui rekombinan vaksin zoster, adjuvanted (Shingrix, GlaxoSmithKline) pada tanggal 20 Oktober 2017, untuk pencegahan herpes zoster pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Shingrix adalah vaksin subunit rekombinan non-hidup yang diberikan secara intramuskular dalam dua dosis.

9. Ozempic

FDA telah menyetujui injeksi semaglutide Novo Nordisk (Ozempic) pada tanggal 5 Desember 2017. Semaglutide adalah agonis reseptor glukagon seperti glukagon 1 (GLP-1) yang disetujui sebagai tambahan diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol glikemik pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. , menurut sebuah pernyataan perusahaan.

Semaglutida sekali seminggu disetujui untuk digunakan dalam 2 dosis terapeutik: 0,5 mg dan 1 mg, dan akan diluncurkan pada pena yang diisi Ozempic. Ini harus diberikan sekali seminggu, pada hari yang sama setiap minggu, dan dapat diambil kapan saja, dengan atau tanpa makan.

Pengobatan dengan obat ini juga menghasilkan pengurangan berat badan secara statistik signifikan, menurut pernyataan tersebut. Efek samping umum yang terkait dengan penggunaan termasuk mual ringan sampai sedang, yang berkurang seiring berjalannya waktu.

10 . Repatha untuk Pencegahan Kejadian Kardiovaskular

Pada tanggal 4 Desember 2017, FDA memperpanjang persetujuan evolocumab (Repatha, Amgen) untuk memasukkan pencegahan serangan jantung, stroke, dan revaskularisasi koroner pada orang dewasa dengan penyakit jantung yang mapan. Evolocumab adalah penghambat PCSK9 pertama yang menerima indikasi ini.

Evolocumab juga disetujui sebagai monoterapi atau sebagai tambahan obat penurun lipid lainnya untuk mengurangi kolesterol lipoprotein densitas rendah di antara orang dewasa dengan hiperlipidemia primer sebagai tambahan diet, menurut Amgen.

 

*) http://www.pharmacytimes.com/product-news/10-fda-approvals-to-know-from-2017

Diakses pada 31 Desember 2017, jam 21:00 WIB.

Penulis DECEMBER 27, 2017

Jennifer Barrett, Assistant Editor